Showing posts with label perkembangan. Show all posts
Showing posts with label perkembangan. Show all posts

Saturday, May 26, 2018

Etiolasi


ETIOLASI


Halo gaes, kembali lagi bersama ilmubio

Tahukah kalian apa itu etiolasi?
Kalian pernah ga sih, nemuin taneman yang tumbuh tinggi atau memanjang, namun batang dan daunnya berwarna pucat? Nah, bisa jadi itu gejala etiolasi loh

Dari pada penasaran, mending langsung aja check it out

(sumber : etiolasi)


Etiolasi adalah pertumbuhan tanaman yang sangat cepat di tempat gelap. Namun, kondisi tumbuhan yang mengalami etiolasi sangatlah lemah, batang mudah patah dan tidak kokoh, daun kecil dan tumbuhan tampak pucat. Gejala etiolasi terjadi karena tidak adanya sinar matahari. Kloroplas yang tidak terkena matahari disebut etioplas. Kadar etioplas yang terlalu banyak menyebabkan tumbuhan menguning. Pada hal ini hormon auksin bekerja dengan baik karena tumbuhan tidak terkena cahaya.
Etiolasi dikendalikan oleh hormon pertumbuhan auksin, dimana hormon tersebut terbentuk pada bagian meristem tumbuhan seperti ujung batang dan ujung akar. Auksin berdifusi ke sel-sel tumbuhan dan ditransportasikan melalui jaringan pembuluh dari ujung atas tumbuhan ke bawah. Auksin tidak aktif ketika ada cahaya matahari. Ketika auksin aktif, mereka merangsang pompa proton di dinding sel yang meningkatkan keasaman dinding sel dan mengaktifkan enzim ekspansin, enzim yang memecah ikatan kimia di dinding sel, sehingga dinding sel melemah dan sel mampu berkembang menjadi lebih besar.
Etiolasi adalah kecenderungan tumbuhan untuk menjangkau sumber cahaya. Dengan keberadaan auksin, tumbuhan akan terus memanjang sampai titik ujung tumbuhan mendapatkan cahaya yang cukup untuk menghambat produksi auksin. Penambahan tinggi atau panjang tumbuhan tanpa disertai pertumbuhan jumlah klorofil menyebabkan terbentuknya warna hijau pucat, kuning dan bahkan bisa menyebabkan klorosis.
Tahukah kamu, saat berada di tempat gelap tumbuhan akan tumbuh dan bergerak terus menerus untuk menemukan cahaya matahari, pergerakan tersebut dapat kita kenal sebagai gerak fototropisme.

Gimana udah ga penasaran lagi kan gaes?
Kalo kalian masih penasaran tentang biologi, kuy pantengin terus blog ini yak
See you


Thursday, May 12, 2016

Proses perkecambahan pada tumbuhan




Proses Perkecambahan pada Tumbuhan

 Hai  gan, udah lama nih  ane kaga update. Kali ini ane mau berbagi tentang proses perkecambahan, penasaran kaaann……… Langsung aja cekidot


Pada perkecambahan melibatkan dua proses yakni proses fisika dan proses kimia
1.      Proses Fisika
Proses fisika terjadi ketika biji menyerap air akibat potensial air yang rendah pada biji yang kering atau biasa disebut dengan imbibisi.

2.      Proses Kimia
Dengan masuknya air, biji akan mengembang dan kulit biji akan pecah. Air yang masuk akan mengaktifkan embrio untuk melepaskan hormone giberelin. Hormone ini akan mendorong aleuron (lapisan tipis terluar endosperma) untuk menyintesis dan mengeluarkan enzim, kemudian enzim bekerja dengan menghidrolisis caangan makanan yang terdapat dalam kotiledon dan endosperma. Sebagai contoh enzim amilase menghidrolisis pati dalam endosperma menjadi gula. Selanjutnya gula dan zat-zat lain akan diserap dari endosperma oleh kotiledon selama pertumbuhan embrio menjadi tanaman muda.

Ada dua jenis perkecambahan


1.      Epigeal
Perkecambahan epigeal adalah apabila tejadi pembentangan ruas batang di bawah daun lembaga(hipokotil) sehingga mengakibatkan daun lembaga dan kotiledon terangkat keatas tanah. Contoh : kacang hijau (Phaseolus radiatus)
2.      Hipogeal
Perkecambahan hipogeal adalah apabila terjadi pembentangan ruas batang teratas (epikotil) sehingga daun lembaga ikut tertarik ke atas tanah, tetapi kotiledon tetap didalam tanah, sebagai contoh : jagung (Zea mays)

Perkecambahan hanya terjadi ketika syarat-syarat yang dibutuhkan dapat terpenuhi, seperti air yang cukup, suhu yang sesuai, uadara dan cahaya matahari yang optimal. Apabila syarat-syarat tersebut tidak terpenuhi maka biji akan tetap dalam keadaan tidur (dorman).