Showing posts with label sel. Show all posts
Showing posts with label sel. Show all posts

Saturday, May 26, 2018

Adenosin Trifosfat



Adenosi Trifosfat (ATP)




Halo gaes, kembali lagi bersama ilmubio

Tahukah kalian apa itu ATP?

Ternyata setiap kita beraktivitas, sel-sel tubuh kita memerlukan energi yang besar loh, dan energi tersebutlah yang akan kita bahas kali ini


Dari pada penasaran, mending langsung aja check it out


(sumber : ATP)


Setiap makhluk hidup memerlukan energi untuk dapat beraktivitas tak terkecuali manusia. Saat melakukan kegiatan misalnya mencuci baju, mengerjakan PR, atau bahkan mengingat kenangan mantan :v setiap sel di tubuh dan otak kita memerlukan energi yang besar, nah energi tersebut dinamakan ATP.

Adenosina trifosfat  atau yang biasa disebut sebagai ATP adalah suatu nukleotida yang dalam biokimia dikenal sebagai "satuan molekular" pertukaran energi intraselular. Artinya, ATP dapat digunakan untuk menyimpan dan mentranspor energi kimia dalam sel. ATP merupakan molekul berikatan berenergi tinggi, dan juga berperan penting dalam sintesis asam nukleat. Molekul ATP juga digunakan untuk menyimpan energi yang dihasilkan tumbuhan dalam respirasi seluler. ATP yang berada di luar sitoplasma atau di luar sel dapat berfungsi sebagai agen signaling yang memengaruhi pertumbuhan dan respon terhadap perubahan lingkungan.

Peran ATP yang paling signifikan adalah sebagai pembawa energi. Fungsi ini berlangsung di berbagai kompartemen sel, tetapi kebanyakan terjadi pada sitosol (ruang di dalam sitoplasma yang berisi cairan kental). Sebagai pembawa energi, ATP juga banyak dijumpai pada mitokondria. Selain itu, ATP dan nukleosida trifosfat lainnya dapat berada di luar sel, menempati matriks ekstraselular. Di sini mereka berperan sebagai agen signaling yang merespon perubahan lingkungan atau gangguan dari organisme lain untuk kemudian ditangkap oleh reseptor pada membran sel. Hal ini tidak hanya terjadi pada sel hewan dan manusia saja, akan tetapi juga terjadi pada tumbuhan.

Udah pada tau belum apa aja sih yang ada dalam ATP? Kalo belum, kita cari tau kuy


ATP terdiri dari atas adenosin dan tiga gugus fosfat. Rumus empirisnya adalah C10H16N5O13P3, dan rumus kimianya adalah C10H8N4O2NH2(OH)2(PO3H)3H

ATP dapat dihasilkan melalui berbagai proses seluler, namun seringnya dijumpai di mitokondria melalui proses fosforilasi oksidatif dengan bantuan enzim pengkatalisis ATP sintetase. Pada tumbuhan, proses ini lebih sering dijumpai di dalam kloroplas melalui proses fotosintesis. Bahan bakar utama sintesis ATP adalah glukosa dan asam lemak. Mula-mula, glukosa dipecah menjadi asam piruvat di dalam sitosol dalam reaksi glikolisis. Dari satu molekul glukosa akan dihasilkan dua molekul ATP. Tahap akhir dari sintesis ATP terjadi dalam mitokondria dan menghasilkan total 36 ATP.

Dalam sintesa ATP, ATP dapat dibentuk kembali dari ADP yang ada.   Enzim sintesis akan berikatan dengan ADP dan mengkatalisis reaksi sebagai berikut:


ADP + Pi + energy       →       ATP + H2O •


Kalo kalian masih penasaran tentang biologi, kuy pantengin terus blog ini yak

See you

Jangan lupa bahagia wkwkwk 



Tuesday, November 28, 2017

Pembelahan sel secara mitosis



Pembelahan Mitosis

Hai biolovers dimanapun kalian berada, kali ini ane mau bahas tentang pembelahan sel secara mitosis nih. Nah daripada kalian penasaran mending langsung aja cekidot

Pembelahan mitosis merupakan proses pembelahan yang terjadi pada sel tubuh. Fase mitosis merupakan fase paling pendek dari siklus sel. Pada proses ini terjadi pembagian informasi genetis kepada setiap sel hasil pembelahan. Informasi genetis yang dibagikan terlebih dahulu telah melalui proses replikasi pada interfase sehingga DNA sel hasil pembelahan mirip dengan DNA induk. Proses ini menghasilkan dua sel anak yang identik. Pembelahan mitosis terjadi secara tidak langsung karena melalui tahap-tahap fase pembelahan, atau dikatakan sebagai pembelahan secara tidak langsung yang melibatkan benang-benang gelendong untuk mengatur tingkah laku kromosom. Pembelahan mitosis mempertahankan pasangan kromosom yang sama
melalui pembelahan inti dari sel somatis secara berturut-turut. Pembelahan ini diawali dengan pembelahan inti (kariokinesis) dan dilanjutkan dengan pembelahan sitoplasma (sitokinesis). Pembelahan mitosis disebut juga pembelahan biasa yang memiliki ciri-ciri antara lain:
1. pembelahan berlangsung satu kali
2. jumlah sel anak yang dihasilkan adalah dua buah
3. jumlah kromosom sel anak sama dengan jumlah kromosom pada induknya, yaitu 2n (diploid)
4. sifat sel anak sama dengan sifat pada induknya;
5. terjadi pada sel tubuh (sel somatik) misalnya pada jaringan embrional antara lain ujung akar, ujung batang, lingkaran kambium
6. tujuan pembelahan mitosis adalah untuk memperbanyak sel-sel seperti pertumbuhan atau perbaikan sel yang rusak
7. melewati tahapan pembelahan yaitu interfase, profase, metafase, anafase, dan telofase, namun secara umum tahap-tahap tersebut akan kembali ke tahap semula sehingga membentuk suatu siklus sel


Para ahli biologi telah membagi proses mitosis menjadi beberapa tahap berdasarkan ciri utama yang dapat diamati, sebagai berikut.
1) Profase, persiapan untuk pembelahan sel. Kromosom terkondensasi dan membran inti sel melebur.
2) Metafase, kromosom berada di bidang ekuator.
3) Anafase, kromosom terbagi dan bergerak ke arah kutub yang berlawanan.
4) Telofase, akhir dari mitosis. Membran inti terbentuk dan kedua sel terpisah (sitokinesis).


Sumber :
1.         Kistinnah, I., dan Endang Sri Lestari. 2009. BIOLOGI Makhluk Hidup dan Lingkungannya. Jakarta : PUSAT PERBUKUAN Departemen Pendidikan Nasional.
2.          Firmansyah, R., dkk. 2009. Mudah dan Aktif Belajar Biologi. Jakarta : PUSAT PERBUKUAN Departemen Pendidikan Nasional.
3      http://www.pembelajaranku.com/2016/11/pembelahan-sel-meiosis-mitosis-fase-fase-pembelahan-meiosis-dan-mitosis-mitosis-and-meiosis.html


Thursday, May 12, 2016

Proses perkecambahan pada tumbuhan




Proses Perkecambahan pada Tumbuhan

 Hai  gan, udah lama nih  ane kaga update. Kali ini ane mau berbagi tentang proses perkecambahan, penasaran kaaann……… Langsung aja cekidot


Pada perkecambahan melibatkan dua proses yakni proses fisika dan proses kimia
1.      Proses Fisika
Proses fisika terjadi ketika biji menyerap air akibat potensial air yang rendah pada biji yang kering atau biasa disebut dengan imbibisi.

2.      Proses Kimia
Dengan masuknya air, biji akan mengembang dan kulit biji akan pecah. Air yang masuk akan mengaktifkan embrio untuk melepaskan hormone giberelin. Hormone ini akan mendorong aleuron (lapisan tipis terluar endosperma) untuk menyintesis dan mengeluarkan enzim, kemudian enzim bekerja dengan menghidrolisis caangan makanan yang terdapat dalam kotiledon dan endosperma. Sebagai contoh enzim amilase menghidrolisis pati dalam endosperma menjadi gula. Selanjutnya gula dan zat-zat lain akan diserap dari endosperma oleh kotiledon selama pertumbuhan embrio menjadi tanaman muda.

Ada dua jenis perkecambahan


1.      Epigeal
Perkecambahan epigeal adalah apabila tejadi pembentangan ruas batang di bawah daun lembaga(hipokotil) sehingga mengakibatkan daun lembaga dan kotiledon terangkat keatas tanah. Contoh : kacang hijau (Phaseolus radiatus)
2.      Hipogeal
Perkecambahan hipogeal adalah apabila terjadi pembentangan ruas batang teratas (epikotil) sehingga daun lembaga ikut tertarik ke atas tanah, tetapi kotiledon tetap didalam tanah, sebagai contoh : jagung (Zea mays)

Perkecambahan hanya terjadi ketika syarat-syarat yang dibutuhkan dapat terpenuhi, seperti air yang cukup, suhu yang sesuai, uadara dan cahaya matahari yang optimal. Apabila syarat-syarat tersebut tidak terpenuhi maka biji akan tetap dalam keadaan tidur (dorman).

Saturday, December 21, 2013

Osmosis

   Osmosis adalah peristiwa perpindahan molekul air (pelarut) melalui membran semipermeabel dari larutan berkonsentrasi rendah ke larutan berkonsentrasi tinggi.
   Peristiwa osmosis terjadi pada sel. Peristiwa tersebut bergantung pada perbandingan konsentrasi larutan di dalam dan di luar sel. Jika konsentrasi larutan di luar sel lebih rendah daripada larutan di dalam sel,  berarti sel berada dalam larutan hipotonik. Jika sebaliknya maka disebut hipertonik.
   Jika larutan dalam keadaan hipotonik air akan masuk ke dalam sel, pergerakan ini dinamakan endosmosis. Apabila larutan dalam keadaan hipertonik, air akan meninggalkan sel, pergerakan ini dinamakan eksosmosis. Jika kepekatan di dalam dan di luar sel sama (isotonik), jumlah air yang masuk dan keluar akan sama. Eksosmosis pada sel tumbuhan menyebabkan plasmolisis, sedangkan eksosmosis pada sel darah menyebabkan krenasi.