Thursday, May 12, 2016

Proses perkecambahan pada tumbuhan




Proses Perkecambahan pada Tumbuhan

 Hai  gan, udah lama nih  ane kaga update. Kali ini ane mau berbagi tentang proses perkecambahan, penasaran kaaann……… Langsung aja cekidot


Pada perkecambahan melibatkan dua proses yakni proses fisika dan proses kimia
1.      Proses Fisika
Proses fisika terjadi ketika biji menyerap air akibat potensial air yang rendah pada biji yang kering atau biasa disebut dengan imbibisi.

2.      Proses Kimia
Dengan masuknya air, biji akan mengembang dan kulit biji akan pecah. Air yang masuk akan mengaktifkan embrio untuk melepaskan hormone giberelin. Hormone ini akan mendorong aleuron (lapisan tipis terluar endosperma) untuk menyintesis dan mengeluarkan enzim, kemudian enzim bekerja dengan menghidrolisis caangan makanan yang terdapat dalam kotiledon dan endosperma. Sebagai contoh enzim amilase menghidrolisis pati dalam endosperma menjadi gula. Selanjutnya gula dan zat-zat lain akan diserap dari endosperma oleh kotiledon selama pertumbuhan embrio menjadi tanaman muda.

Ada dua jenis perkecambahan


1.      Epigeal
Perkecambahan epigeal adalah apabila tejadi pembentangan ruas batang di bawah daun lembaga(hipokotil) sehingga mengakibatkan daun lembaga dan kotiledon terangkat keatas tanah. Contoh : kacang hijau (Phaseolus radiatus)
2.      Hipogeal
Perkecambahan hipogeal adalah apabila terjadi pembentangan ruas batang teratas (epikotil) sehingga daun lembaga ikut tertarik ke atas tanah, tetapi kotiledon tetap didalam tanah, sebagai contoh : jagung (Zea mays)

Perkecambahan hanya terjadi ketika syarat-syarat yang dibutuhkan dapat terpenuhi, seperti air yang cukup, suhu yang sesuai, uadara dan cahaya matahari yang optimal. Apabila syarat-syarat tersebut tidak terpenuhi maka biji akan tetap dalam keadaan tidur (dorman).

Saturday, December 21, 2013

Osmosis

   Osmosis adalah peristiwa perpindahan molekul air (pelarut) melalui membran semipermeabel dari larutan berkonsentrasi rendah ke larutan berkonsentrasi tinggi.
   Peristiwa osmosis terjadi pada sel. Peristiwa tersebut bergantung pada perbandingan konsentrasi larutan di dalam dan di luar sel. Jika konsentrasi larutan di luar sel lebih rendah daripada larutan di dalam sel,  berarti sel berada dalam larutan hipotonik. Jika sebaliknya maka disebut hipertonik.
   Jika larutan dalam keadaan hipotonik air akan masuk ke dalam sel, pergerakan ini dinamakan endosmosis. Apabila larutan dalam keadaan hipertonik, air akan meninggalkan sel, pergerakan ini dinamakan eksosmosis. Jika kepekatan di dalam dan di luar sel sama (isotonik), jumlah air yang masuk dan keluar akan sama. Eksosmosis pada sel tumbuhan menyebabkan plasmolisis, sedangkan eksosmosis pada sel darah menyebabkan krenasi.

Thursday, December 19, 2013

Energi Otot

   Untuk melakukan kontraksi, otot memerlukan energi. Energi berasal dari pemecahan molekul ATP (Adenosin trifosfat) menjadi ADP (Adenosin difosfat) yang berada di dalam otot. ATP yang digunakan berasal dari ATP yang dibentuk oleh mitokondria sel otot.
    Jika kontraksi terus berlangsung, energi diambil dari senyawa glukosa yang terdapat dalam otot. Glukosa akan mengalami glikolisis menjadi asam piruvat dan ATP yang kemudian akan digunakan untuk kontraksi otot. Asam piruvat dalam sel otot dapat diubah menjadi asam laktat.  Timbunan asam laktat dapat menyebabkan rasa pegal.
    Apabila otot bekerja terus menerus dalam waktu yang lama, asam piruvat dapat dioksidasi secara aerob menjadi CO2+H2O+ATP. Jika cadangan glukosa dalam otot habis, sumber ATP dapat diperoleh dari senyawa kreatin fosfat yang ada dalam hati. Apabila otot terus menerus dirangsang untuk melakukan kontraksi dapat menyebabkan kejang otot.

Tuesday, February 19, 2013

ALAT PEREDARAN DARAH


ALAT PEREDARAN DARAH
      

 Alat peredaran darah manusia terdiri atas jantung dan pembuluh darah

1.     JANTUNG


Jantung berbentuk seperti buah pir, berukuran kurang lebih kepalan tangan pemilik jantung.  Jantung terletak di rongga dada antara paru-paru kanan dan kiri.
a.     Struktur jantung
Jantung terdiri atas empat ruang :
1)    Serambi (atrium) kanan, merupakan ruang tempat masuknya darah yang banyak mengandung CO2 dari pembuluh balik.
2)    Serambi (atrium) kiri, menerima darah dari vena pulmonalis yang banyak mengandung O2.
3)    Bilik (ventikel) kanan, menerima darah dari atrium kanan untuk dipompa ke paru-paru melalui arteri pulmonalis.
4)    Bilik (ventikel) kiri , menerima darah kaya O2 dari atrium kiri untuk kemudian dipompa ke seluruh tubuh melalui aorta.
                       Jantung memiliki katup yang terdapat diantara serambi dan bilik dan katup di dekat aorta.  Jantung dibungkus  oleh dua lapis selaput jantung yang disebut pericardium.  Pada jantung fetus (janin), antara bilik kanan dan kiri masih ada lubang yang disebut foramen ovale.  Lubang tersebut sudah menutup ketika bayi dilahirkan.
b.     Cara kerja jantung
Untuk melaksanakan fungsinya sebagai pemompa darah, otot jantung berkontraksi dan berelaksasi.
1)    Darah yang kaya CO2, disebut darah kotor, dari seluruh tubuh masuk ke serambi kanan, sedang darah kaya O2 disebut darah bersih, dari paru-paru masuk ke serambi kiri.
2)    Kedua macam darah tersebut mengalir ke bilik. Keadaan ini disebut diastole.
3)    Darah yang kaya O2 dipompa dari bilik kiri menuju ke seluruh bagian tubuh. Adapun darah yang kaya CO2 dipompa dari bilik kanan ke paru-paru. Keadaan ini disebut systole.

2.     Pembuluh darah
Berdasarkan fungsinya, pembuluh darah dibedakan menjadi pembuluh nadi (arteri) dan pembuluh balik (vena).

No.
Pembeda
Arteri
Vena
1.


2.


3.


4.

5.

6.
Tempat .


Dinding pembuluh.

Aliran darah.

Denyut.

Katup .

Apabila terluka.
Agak tersembunyi di dalam tubuh.

Tebal, kuat, dan elastis.


Meninggalkan jantung.   


Terasa .

Satu pada pangkal jantung.
Darah memancar.
Dekat dengan permukaan tubuh.

Tipis dan tidak elastis.


Menuju jantung.


Tidak terasa.

Banyak di sepanjang pembuluh.
Darah tidak memancar.
                                    
Arteri yang keluar dari bilik kiri jantung mengalirkan darah kaya O2 ke seluruh tubuh disebut aorta.  Sedangkan arteri yang keluar dari bilik kanan jantung membawa darah kaya CO2 ke paru-paru disebut arteri pulmonalis.

kelangsungan hidup organisme



Kelangsungan  Hidup  Organisme


ADAPTASI
1.      Adaptasi morfologi

Adaptasi morfologi adalah penyesuaian bentuk atau alat tubuh makhluk hidup terhadap lingkungannya

2.      Adaptasi fisiologi
Adaptasi fisiologi adalah penyesuaian fungsi kerja organ-organ tubuh terhadap lingkungannya. Adaptasi ini berkaitan erat dengan fungsi fisiologi dalam tubuh. Seperti reaksi-reaksi biokimia dalam saluran pencernaan dan sebagainya. Beberapa bentuk adaptasi fisiologi pada organisme
a)      Hewan pemakan tumbuhan menghasilkan banyak enzim selulase pada pencernaannya untuk mencerna selulosa.
b)      Teredonavalis yang hidup di laut mampu menghasilkan enzim selulase pada pencernaannya untuk mencernakan selulosa pada kayu yang menjadi makanannya. Teredonavalis merusak kayu kapal dan tiang-tiang pada dermaga dan galangan kapal.
c)      Ikan air laut beradaptasi terhadap lingkungannya yang berkadar garam tinggi dengan cara banyak minum dan sedikit mengeluarkan urine. Insangnya secara aktif mengeluarkan garam.
d)     Ikan air  tawar beradaptasi dengan lingkungannya dengan cara sedikit minum dan banyak mengeluarkan urine. Insangnya secara aktif mengikat garam yang terlarut  dalam air.
e)      Orang yang sebelumnya tinggal di dataran rendah, kemudian pindah ke dataran tinggi yang udaranya mengandung oksigen lebih rendah akan menyesuaikan diri, tubuh orang itu akan menghasilkan lebih banyak sel darah merah untuk mengikat oksigen.
f)       Apabila dari tempat terang, kemudian kita berpindah ke tempat gelap, maka kita tidak akan dapat melihat benda-benda. Namun, serelah beberapa saat, mata kita akan dapat segera meihat karena retina mata kita segera memnyesuaikan.   
3.      Adaptasi tingkah laku

Adaptasi tingkah laku adalah penyesuaian organisme terhadap lingkungan dalam bentuk tingkah laku. Berikut adaptasi tingkah laku yang dilakukan makhluk hidup
a)      Bunglon mengubah warna tubuhnya sesuai dengan lingkungannya untuk berkamuflase agar tidak dikenali oleh pemangsannya.
b)      Rayap memakan kulitnya yang baru mengelupas. Hal ini karena pada usus belakangnya yang turut terkelupas terdapat fagellata. Flagellata ini menghasilkan selulase yang membantu mencernakan selulosa pada kayu yang dimakan oleh rayap.
c)      Paus  dan lumba-lumba yang hidup dilaut sering muncul ke permukaan laut untuk menghirup udara yang digunakan dalam pernapasan.
d)     Cecak memutuskan ekornya untuk mengelabuhi pemangsanya.
e)      Ganggang  bersel satu mendekati tempat yang mendapat sinar cukup dan menjauhi tempat yang mendapat sinar kurang.